SHORT STORY IN BAHASA INDONESIA

SHORT STORY FOR YOU, BLOGGER

caro il mio blogger,
qui… adesso voglio darti la mia storia dei bambini
se io potessi avere una computadora a casa, lavorerei piu attivamente
ogni giorno dovrei scrivere il mio diario dei miei pensieri online
pero ho scritto solo nel mio officino

non e problemma..

nel futuro avro anche una computadora a casa mia..

il titolo e Putri Bau Mulut.

judulnuya ; PUTRI BAU MULUT

il halitosis di una figlia.

Di sebuah negeri yang amat indah, makmur dan sejahtera dengan rajanya yang arif dan bijaksana, lahirlah seorang putri cantik jelita yang bernama ; Putri Deputta. Tetapi putri tersebut mempunyai satu kekurangan yaitu ; bau mulut, meski ia tidak malas untuk gosok gigi dan berkumur serta membersaihkan mulutnya sehabis makan dan sebelum tidur.
Ia sering diejek oleh teman-temannya, meski sebenarnya sang Putri adalah seorang yang baik hati, suka menolong kepada sipa saja, terutama yang lemah dan kurang mampu. Meski sang Putri berasal dari kalangan istana tapi ia mau dan mudah bergaul dengan golongan mana saja, baik yang kaya maupun yang miskin dan sang Raja tidak pernah melarang dia beergaul dengan orang mana saja, tapi karena bau mulutnya yang bau hingga akhirnya satu persatu temannya pergi meninggalkannya dan tidak ada yang mau lagi bermain dengan sang Putri. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi keluar dari lingkungan kerajaaan dan sejak saat itu ia mulai memakai cadar / penutup muka sebatas mulut saja, biar kalau ia berbicara dengan orang lain bau mulutnya tidak menyebar sampai kemana-mana. Hal itu membuat sang Raja dan permaisurinya jadi sedih dan kasihan terhadap sang Putri dan ia pun hanya tinggal di dalam keputren istana saja bersama dengan para danyang. Tiba di hari ulang tahunnya, sang Raja dan sang Permaisuri memberikannya hadiah ulang tahun berupa sepasang anjing yang bersih dan sehat untuk menemani sang Putri. Sang Putri sangat senang dengan hadiah tersebut, dirawatnyalah sepasang anjing itu dengan penuh kasih saying. Setiap hari sepasang anak anjing itulah yang menemaninya bermain, sepasang anjing yang pintar, lucu dan setia hingga akhirnya sang Putri tidak merasa kesepian lagi.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, putri Deputta tumbuh dewasa, hingga akhirnya ia jenuh pula di dalam keputren istana dan sang Putri minta izin kepada sang Raja untuk keluar istana, untuk jalan-jalan dan akhirnya sang Raja mengijinkannya. Betapa senang hati sang Putri diijinkan keluar istana oleh ayahandanya, tak lupa juga ia membawa pula sahabatnya yaitu sepasang anak anjing yang telah tumbuh menjadi dewasa juga, tetapi tanpa dikawal oleh para dayang. Dengan memakai penutup muka sebatas mulut ia keluar istana, dengan memakai penutup muka agar bau mulutnya tidak menyebar hingga orang di luar istana tidak ada yang tahu bahwa ia adalah sang Putri. Tibalah ia di sebuah pertunjukkan ramai yang dikerumuni banyak orang. Ada juga pangeran-pangeran dari negeri seberang yang menonton pertunjukan itu, di tempat itulah sang Putri menjadi pusat perhatian para pangeran yang mengagumi kecantikan sang Putri Deputta. Para pangeran yang ketampanan dan kekayaannya tak perlu diragukan lagi, tapi belum tentu hatinya juga baik. Para pangeran itu sampai mengikuti dari belakang untuk mengetahui siapakah gerangan dia?, Betapa kagetnya para pangeran itu setelah mengetahui bahwa dia ; seorang Putri Kerajaan. Setelah kejafian itu, banyak pangeran-pangeran dari negeri seberang datang ke istana sang Putri Deputta dengan membawa barang-barang berharga seperti ; emas, permata, berlian, kain sutera , piala berlapis emas, guci-guci antic dan masih banyak lagi, untuk melamar sang Putri. Tetapi setelah tahu bahwa sang Putri mempunyai masalah bau mulut. Satu persatu pangeran dari negeri seberang membatalkan lamarannya. Sang Raja, Putri Deputta dan permaisuri menjadi sedih hatinya hingga diadakanlah sayembara untuk mencari pendamping hidup. Isi sayembara itu adalah ;
“ Barangsiapa bisa menyembuhkan penyakit bau mulut akan menjadi pendamping hidup sang Putri ditambah dengan sekotak permata warisan kerajaan “.
Sayembara tersebut berlaku bagi siapa saja dan segera menyebar ke seluruh pelosok negeri hingga seberang lautan. Sampai juga hari yang dinanti-nantikan, banyak pangeran-pangeran dari negeri seberang datang untuk mengikuti sayembara mujarab mulai dari ramuan arab, cina, persia, hingga ramuan ampuh dari India. Tapi tak satupun pangeran dari negeri seberang itu yang berhasil menyembuhkan penyakit sang Putri. Sang Raja dan Permaisuri tambah bersedih hatinya. Hingga tiba-tiba datanglah pemuda sederhana, tampan dan gagah. Tapi baik budinya karena ia yakin mampu menyembuhkan penyakit sang Putri. Ia datang dengan membawa ramuan alami yang ia racik sendiri karena ia memang berasal dari keluarga tabib sederhana, ulet, jujur dan baik hati. Sebelum mengobati sang Putri, ia mengajukan syarat kepada sang Raja, maka berkatalah kepada sang Raja, “ Tuanku, kalau seandainya hamba berhasil menyembuhkan tuan Putri maka hamba tidak akan meminta sekotak perhiasan perhiasan warisan kerajaan ini tetapi hamba mohon supaya tuan Putri dapat tinggal bersama hamba dan bukan tinggal di dalam istana ini lagi.” Mendengar syarat mudah yang diajukan sang pemuda tadi, sang Raja sangat terkejut sekali hatinya. Ia bertanya kepada sang Permaisuri dan Putri Deputta.
Akhirnya meski dengan berat hati para anggota kerajaan itu menyetujui syarat yang diajukan oleh pemuda tadi. Berkatalah sang Raja kepada pemuda itu, “ Baiklah, syaratmu akan aku terima asalkan kamu memperlakukan putriku dengan baik juga menyayangi dan mencintai dengan setulus hatimu.” Maka pemuda tadi segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk menyembuhkan penyakit sang Putri. Dengan memohon ijin dan restu kepada Dewata dia memberikan ramuan kepada sang Putri Deputta untuk diminumnya. Atas seijin Dewata terjadilah keanehan setelah Putri Deputta meminum ramuan tadi, ia jadi tak bisa berbicara untuk sementara waktu tetapi akhirnya ia bisa bicara lagi dan bau mulutnya juga hilang. Maka bersukacitalah semua orang yang ada di dalam istana itu dan sang Raja tidak melupakan janjinya.
Persiapan pesta pernikahan itu menyebar hingga ke keluarga pemuda itu, lalu mereka pun datang dengan dijemput pasukan istana. Sampai pada pesta pernikahan keduanya yang berlangsung dengan sangat meriah, setelah menikmati bulan madunya, pemuda tersebut memboyong sang Putri Deputta pulang ke desanya dengan penuh suka cita tanpa dikawal pasukan istana, tetapi sang Putri membawa sahabatnya ; sepasang anjing yang telah mempunyai 4 ekor anak. Akhirnya sang Putri Deputta memperoleh kebahagiaan hidupnya bersama pemuda yang telah mempersuntingnya dan mempunyai 2 orang anak yang tampan dan cantik serta berbakti kepada kedua orang tuanya.

posted by alternative furniture at 10:27 AM | 0 comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.